1 Petrus 3:13–22
Kita hidup di zaman modern yang penuh kemajuan teknologi, tetapi banyak orang tetap mengalami kekosongan batin, kehilangan arah hidup, dan kesepian spiritual. Di tengah dunia yang dipenuhi persaingan, manipulasi informasi, dan kepentingan pribadi, orang percaya dipanggil untuk tetap hidup dalam iman kepada Allah.
Melalui suratnya, Rasul Petrus mengingatkan jemaat agar tetap tekun berbuat baik sekalipun menghadapi tekanan dan penderitaan. Petrus berkata, “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (ay.15).
Iman Kristen bukan hanya tentang pengakuan dengan mulut, tetapi tentang kesaksian hidup sehari-hari. Di tengah dunia yang mudah marah dan saling menyalahkan, orang percaya dipanggil menjadi pembawa damai. Di tengah dunia yang penuh kepalsuan, kita dipanggil hidup dalam kejujuran dan kasih.
Iman yang lentur bukan berarti kompromi terhadap dosa, melainkan iman yang tetap bertahan ketika diterpa kesulitan. Seperti pohon yang lentur tidak mudah patah saat badai datang, demikian juga orang percaya dipanggil tetap melekat kepada Tuhan dalam segala keadaan.
Penderitaan dan pergumulan hidup bukan tanda bahwa Allah meninggalkan kita. Justru dalam proses itulah iman dimurnikan dan dikuatkan. Kristus sendiri telah lebih dahulu menderita, tetapi Ia menang dan bangkit oleh kuasa Roh.
Hari ini kita memiliki pengharapan karena Roh Kudus terus menyertai, menghibur, dan memimpin kehidupan orang percaya. Saat kita lemah, Roh Kudus menguatkan. Saat kita bingung, Roh Kudus memberi hikmat. Saat kita hampir menyerah, Tuhan tetap bekerja dalam hidup kita.
Karena itu, marilah kita tetap setia beriman, hidup benar, dan menjadi saksi Kristus melalui perkataan maupun perbuatan. Sebab iman yang lentur tidak akan gugur, dan setiap orang yang tekun sampai akhir akan memperoleh kemenangan bersama Kristus.
Tidak ada jadwal kegiatan untuk satu minggu ke depan.