Loading...

Hidup yang Berkelimpahan

Sdri. Angelica Desmonda Nugraheni (Mahasiswa Praktek) 25 Apr 2026

Yohanes 10: 1 – 10

Pada zaman ini, kita hidup dimana semuanya serba instan mulai dari makanan, informasi, bahkan mendapatkan uang dengan sangat cepat. Pada akhirnya kita tergoda untuk melakukan pinjaman online. Namun, apakah hal tersebut dapat mendatangkan kebahagiaan? Namun, dibalik itu semua, ternyata terdapat cerita yang tidak seindah dari iklannya. Pada sisi yang lain, kita juga mengatakan ”Katanya ikut Tuhan itu enak? Katanya ikut Tuhan hidup kita jadi berlimpah?” Terkadang tidak heran jika kita mendengar kata ”Kelimpahan” maka hal-hal yang terlintas terkait dengan harta-harta duniawi. Ketika membahas hal tersebut, salah satu perikop di Alkitab juga membahas bagaimana konsep “Kelimpahan.”

Pada perikop yang kita baca, perikop ini menjadi kisah kelanjutan dari percakapan Yesus dengan para pemuka agama Yahudi. Hingga akhirnya Yesus memulai memberikan perumpamaan tentang “Gembala yang Baik.” Narasi ini dibuka dengan penggambaran siapapun yang mengaku sebagai gembala tetapi tidak masuk melewati pintu, maka ia bukanlah seorang gembala, melainkan pencuri. Dalam konteks ini, terdapat 2x Yesus menekankan bahwa “Akulah Pintu” bagi domba-dombaNya. Gambaran kandang domba pada masa tersebut tidak memiliki pintu, melainkan hanya sebuah celah, dan Yesus sendirilah yang menjadi pintunya.

Yesus, Sang Gembala menjadi pintu yang hidup dapat menjaga sekaligus menyelamatkan domba-dombaNya. Maka, dapat diartikan bahwa pintu = Gembala = Yesus. Narasi ditutup dengan sebuah istilah ”Kelimpahan” yang artinya buka hanya tentang kelimpahan material, melainkan relasi yang baik antara gembala dengan Sang Gembala. Mungkin, saat ini kita masih diliputi rasa kecewa, iri hati, dan tanpa sadar kita menjauh dari suara Sang Gembala. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Jangan biarkan hidup kita diliputi oleh hal-hal duniawi saja, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain, dan bangunlah relasi yang baik bersama Sang Gembala bukan hanya sebagai rutinitas pribadi. Menjalin relasi bersama Sang Gembala bukan berarti hidup kita lepas dari bahaya, melainkan membawa kita pada sebuah pengharapan bahwa Sang Gembala akan tetap ada disekeliling kita, meskipun jalan yang harus kita lalui tidak halus.

Selamat mencari dan menjalin relasi bersama Sang Gembala.

Amin. 



Kembali ke Daftar

Social Media

Warta Terbaru

Kegiatan Sepekan

Tidak ada jadwal kegiatan untuk satu minggu ke depan.