Loading...

TUAIAN BANYAK, PEKERJA SEDIKIT

Pdt. Sujanto Putro Waskito Wibowo 14 Jun 2026

 Matius 9:35–10:8

Kita hidup di zaman yang penuh kemajuan, tetapi juga penuh persoalan. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, banyak orang justru mengalami kesepian, kecemasan, kelelahan mental (burnout), konflik keluarga, tekanan ekonomi, dan hilangnya arah hidup. Berita setiap hari dipenuhi dengan kasus kekerasan, korupsi, perpecahan sosial, hingga kerusakan lingkungan. Semua ini menunjukkan bahwa dunia kita sedang terluka.

Ketika Yesus memandang orang banyak, Ia melihat mereka sebagai “domba-domba yang tidak bergembala.” Mereka tampak berjalan, tetapi sebenarnya kehilangan arah. Mereka tampak hidup, tetapi sebenarnya sedang letih dan terlantar. Karena itu hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Lalu Ia berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.”

Perkataan Yesus ini terasa sangat relevan bagi gereja masa kini. Tuaian bukan hanya tentang banyaknya orang yang belum mengenal Kristus, tetapi juga banyaknya orang yang membutuhkan kehadiran kasih Allah dalam kehidupan nyata. Di tengah meningkatnya masalah kesehatan mental, siapa yang akan menjadi pendengar yang penuh empati? Di tengah budaya individualisme, siapa yang akan membangun kepedulian dan persaudaraan? Di tengah maraknya informasi yang memecah-belah, siapa yang akan menghadirkan damai dan kebenaran?

Sering kali kita berharap gereja menjadi solusi bagi berbagai persoalan tersebut. Namun melalui bacaan ini, Tuhan mengingatkan bahwa gereja bukan hanya sebuah gedung atau organisasi. Gereja adalah umat yang diutus. Murid-murid yang diminta berdoa untuk pekerja justru menjadi pekerja yang diutus oleh Yesus. Mereka tidak menunggu orang lain bergerak; mereka sendiri mengambil bagian dalam misi Tuhan.

Karena itu, panggilan melayani bukan hanya untuk mereka yang memiliki jabatan gerejawi. Sekalipun hari ini ada peneguhan seorang penatua; namun panggilan pelayanan tidak berhenti hanya sampai di sini saja. Setiap orang percaya dipanggil menjadi pekerja di ladang Tuhan: menghadirkan pengharapan bagi yang putus asa, mendampingi yang lemah, merawat ciptaan Tuhan, membangun keadilan, dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Tuaian masih banyak hingga hari ini. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan masih memanggil pekerja, melainkan apakah kita bersedia menjawab panggilan-Nya?

Doa:

Tuhan, bukalah mata kami untuk melihat kebutuhan dunia di sekitar kami. Bangkitkan keberanian kami untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pekerja di ladang-Mu. Pakailah hidup kami untuk menghadirkan kasih, pengharapan, dan damai sejahtera-Mu bagi sesama. Amin.


Kembali ke Daftar

Social Media

Warta Terbaru

WARTA JEMAAT 14 Jun 2026

Kegiatan Sepekan

Tidak ada jadwal kegiatan untuk satu minggu ke depan.