Mazmur 145:8–14
Berita tentang perang, konflik politik, krisis ekonomi, hingga bencana alam sering membuat kita bertanya: Apakah dunia ini masih berada dalam kendali Tuhan? Ketika kekuatan-kekuatan besar saling berebut pengaruh dan kehidupan masyarakat kecil menjadi korban, mudah sekali muncul rasa takut dan putus asa.
Mazmur 145 mengajak kita mengangkat pandangan kepada Allah. Pemazmur tidak memulai dengan membahas kekuatan bangsa-bangsa, melainkan karakter Tuhan sendiri. Ia menyatakan, "TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.". Dunia memang berubah, tetapi sifat Allah tidak pernah berubah. Di balik berbagai pergolakan sejarah, Tuhan tetap memerintah dengan kasih, keadilan, dan kesetiaan.
Ayat 13 menegaskan bahwa, "Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad." Ini berarti tidak ada pemerintahan, kekuasaan, atau bangsa mana pun yang berada di luar otoritas-Nya. Kerajaan manusia silih berganti. Pemimpin datang dan pergi. Negara dapat bangkit lalu merosot. Namun pemerintahan Allah tetap teguh untuk selama-lamanya. Dialah Raja atas seluruh bumi.
Kedaulatan Tuhan bukan berarti umat-Nya terbebas dari kesulitan. Justru ayat 14 memberikan penghiburan yang sangat pribadi: "TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk." Allah yang mengendalikan sejarah dunia juga memperhatikan air mata setiap orang. Ia tidak hanya mengatur perjalanan bangsa-bangsa, tetapi juga menopang hidup setiap anak-Nya yang sedang lemah.
Dalam konteks Indonesia, kita hidup di tengah berbagai tantangan: polarisasi politik, kesenjangan ekonomi, maraknya penyebaran informasi yang menyesatkan, serta berbagai persoalan sosial yang sering menimbulkan kecemasan. Firman Tuhan mengingatkan agar gereja tidak larut dalam ketakutan ataupun kebencian. Sebaliknya, kita dipanggil menjadi pembawa damai, mendoakan para pemimpin, bekerja dengan jujur, serta menghadirkan kasih Allah di tengah masyarakat. Harapan kita bukan bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada Raja yang memerintah untuk selama-lamanya.
Karena itu, marilah kita menjalani hari-hari dengan iman. Ketika berita membuat hati gelisah, ingatlah bahwa takhta Tuhan tidak pernah terguncang. Ketika masa depan tampak tidak pasti, percayalah bahwa tangan Tuhan tetap bekerja. Ia memegang kendali atas bangsa-bangsa, dan Ia juga memegang hidup kita. Bersandar kepada-Nya, kita dapat melangkah dengan tenang, sebab Kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir.
Tidak ada jadwal kegiatan untuk satu minggu ke depan.