Loading...

Dijamin Tidak Salah Arah

Pdt. Sujanto Putro Waskito Wibowo 19 Jul 2026

Yesaya 44: 6-8

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6)


Pernahkah kita tersesat karena terlalu percaya pada aplikasi petunjuk arah yang salah? Saya pernah. Bukannya arah perjalanan kita menjadi makin benar, justru petunjuknya makin sulit diikuti; jalan kita semakin salah arah dan akhirnya kita harus bertanya kepada penduduk setempat yang dapat memberikan arahan yang tepat.

Di zaman sekarang, kesalahan arah tidak hanya terjadi di jalan raya. Banyak orang tersesat dalam hidup karena mengikuti suara yang paling keras, tren yang paling populer, atau tokoh yang paling meyakinkan. Mereka mengejar kekayaan, popularitas, atau pengakuan, tetapi akhirnya merasa kosong dan kehilangan tujuan.


Di tengah situasi seperti itu, Tuhan menyampaikan sebuah pernyataan yang sangat tegas melalui nabi Yesaya: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain Aku." Pernyataan Allah bukanlah sekadar pengakuan tentang keilahian-Nya, namun juga jaminan bahwa Dialah satu-satunya Pribadi yang benar-benar mengetahui awal dan akhir kehidupan manusia. Tidak ada satu pun peristiwa yang berada di luar pengetahuan atau kendali-Nya.


Karena itu Tuhan melanjutkan, "Janganlah gentar dan janganlah takut." Ketakutan sering muncul ketika kita tidak tahu arah. Namun orang yang berjalan bersama Tuhan tidak perlu hidup dalam kepanikan, sebab Sang Penuntun tidak pernah kehilangan jalan. Ia telah melihat masa depan kita bahkan sebelum kita melangkah hari ini.


Sebaliknya, manusia sering mencari pegangan lain. Ada yang mengandalkan kekuatan diri, ramalan, relasi, jabatan, bahkan teknologi. Semua itu mungkin berguna, tetapi tidak layak dijadikan penentu arah hidup. Ketika fondasi itu goyah, hidup pun ikut terguncang. Tuhan bertanya dengan nada retoris, "Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain; tidak ada Kukenal!" Hanya Dia yang layak menjadi dasar yang kokoh.


Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk terus mengkalibrasi (menyelaraskan) arah hidup kepada Firman Tuhan. Setiap keputusan, cita-cita, bahkan kekhawatiran perlu dibawa ke hadapan-Nya. Dunia mungkin menawarkan banyak kompas, tetapi hanya firman Tuhan yang selalu menunjuk ke arah yang benar. Ketika hati kita tetap tertuju kepada-Nya, kita tidak dijamin hidup tanpa masalah, tetapi kita dijamin tidak akan salah arah.


Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Siapa yang sedang menjadi penunjuk arah hidup saya? Jika jawabannya adalah Tuhan, maka teruslah melangkah dengan percaya diri. Jika ternyata arah kita mulai ditentukan oleh ketakutan, ambisi, atau suara dunia, inilah saatnya kembali kepada Sang Raja dan Penebus. Bersama-Nya, setiap langkah memiliki tujuan, setiap perjalanan memiliki makna, dan setiap masa depan berada di tangan yang tidak pernah salah menuntun.


Kembali ke Daftar

Social Media

Warta Terbaru

WARTA JEMAAT 19 Jul 2026

Kegiatan Sepekan

Tidak ada jadwal kegiatan untuk satu minggu ke depan.