Yesaya 55: 1-13
Teks ini, dari sejarah penulisannya, adalah teks akhir dari Kitab Yesaya Bagian Kedua (40-55), yang disebut dengan istilah Deutero Yesaya (DY), yang ditulis semasa orang Israel dibuang di tanah babel (587/597 s/d 539 sebelum Masehi/BCE: (Before Common Era). Suasana teks Deutero Yesaya sebagian besar adalah suasana tobat, suasana sadar, reflektif akan keberadaan diri dan umat sebagai yang berdosa dan mengalami pendidikan keras oleh Tuhan dengan dibuangnya mereka jauh dari tanah terjanji, ke tempat tanah orang asing yakni pemerintah Babilonia. Di tempat asing itu, perenungan dilakukan, sikap-sikap lama diperiksa, janji-janji akan sikap baru atau kiat baru (resolusi) dibuat. Semua dilakukan dalam atmosfer teologis: merefleksi secara kritis dalam iman, siapa dan bagaimana Tuhan dipahami dan berurusan dengan manusia dan dunianya.
Tawaran di awal pasal 55 ini menghangatkan hati: Siapa mau air, uang, gandum gratisan, marilah datang.....TUHAN akan memberikannya kepadamu. TUHAN Allahmu akan mengikat perjanjian abadi denganmu, menurut kasih dan setiaNya, Allah akan memulihkan dan memuliakanmu kembali (1s.d 5). Sangat menarik dan melegakan ayat-ayat ini. Namun di ayat 6, ada semacam kualifikasi waktu: “Carilah TUHAN selama ia berkenan ditemui, berserulah selama Ia dekat..” Jadi ada masa semacam good mood dan bad mood-kah dari pihak TUHAN? Agaknya DY hendak menggarisbawahi prinsip ini: jangan mentang-mentang Allah begitu ramah dan menyediakan semua yang baik secara gratisan, lalu kamu bisa menjadi tuan atas Dia dan seenak-enakmu sendiri dalam mengatur dan mengulur waktu dalam berurusan dengan Dia.
Dari pihakmu, hai manusia yang mengalami edukasi TUHAN di tanah Babel, TUHAN meminta aksi, respon aktif yang menjadi praksis (tindakan reflektif) dari perenunganmu : orang fasik meninggalkan jalannya, demikian pun dengan orang jahat. Tuhan akan berkarya dan membawamu pulang ke tanah Terjanji dengan damai dan gembira, namun darimu diminta pembalikan arah hidup dalam batin dan dalam karya nyata. Dengan cara itu kegelapan terhempaskan, dan terang merekah dalam jiwa, dalam karya, dalam dirimu sebagai person dan sebagai komunitas umatNya. - dkl-
Tidak ada jadwal kegiatan untuk satu minggu ke depan.