Sakramen

Baptisan Kudus

. . . baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu . . .

Matius 28: 19-20

Pengertian

Baptisan Kudus adalah meterai (simbol) lahiriah yang  ditetapkan oleh Tuhan Yesus Kristus bagi segenap orang percaya bahwa mereka, telah secara khusus, masuk dalam karya penebusan Kristus. Belenggu kuasa dosa yang mengikat “hidup lama” telah dipatahkan. Manusia beroleh “hidup baru” oleh basuhan Kristus – Sang Air Hidup.

Kanak-kanak (0 s/d 14 tahun), sekalipun dalam usianya yang belia masih belum dapat menyatakan imannya secara mandiri dan bertanggungjawab; telah terhisab dalam perjanjian kekal keselamatan Allah bagi manusia melalui iman orang tuanya. Untuk itulah para orang tua sepantasnya memeteraikan anak-anak dalam karunia keselamatan Kristus melalui Sakramen Baptisan Kudus.

Ketentuan Layanan

Baptisan kudus anak adalah baptisan kudus yang dilayankan kepada anak berdasarkan perjanjian anugerah Allah dalam Tuhan Yesus Kristus dan pengakuan iman orang tua/walinya yang sah secara hukum. Yang dimaksudkan dengan wali adalah:

  1. Orang yang ditetapkan secara hukum sebagai wali anak tersebut, atau
  2. Orang yang mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua anak yang bersangkutan untuk mewakilinya, atau
  3. Orang yang bertanggungjawab atas pemeliharaan anak yatim piatu Kristen.

Syarat

  1. Calon berusia di bawah lima belas (15) tahun.
  2. Kedua atau salah satu orang tua/walinya adalah anggota sidi dari Jemaat yang bersangkutan dan tidak berada di bawah penggembalaan khusus. Jika salah satu orang tua/walinya belum anggota sidi, orang tua/wali yang bersangkutan sebaiknya menyatakan persetujuan tertulis yang formulasinya dimuat dalam Peranti Administrasi.
  3. Orang tua/walinya ditetapkan layak oleh Majelis Jemaat setelah mengikuti percakapan gerejawi yang diselenggarakan oleh Majelis Jemaat berkenaan dengan pemahaman dan penghayatan imannya.

Baptisan kudus dewasa adalah baptisan kudus yang dilayankan kepada orang yang mengaku imannya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat dunia.


Syarat

  1. Telah berusia lima belas (15) tahun.
  2. Kelakuan dan/atau paham pengajarannya sesuai dengan Firman Allah dan ajaran GKI.
  3. Telah menyelesaikan katekisasi. Jika ada orang yang telah menyelesaikan katekisasi di gereja lain yang mempunyai perbedaan ajaran dengan GKI, ia perlu diperlengkapi dengan penjelasan tentang pokok-pokok ajaran yang berbeda itu dan pengenalan tentang GKI.
  4. Ditetapkan layak oleh Majelis Jemaat setelah mengikuti percakapan gerejawi yang diselenggarakan oleh Majelis Jemaat berkenaan dengan pemahaman dan penghayatan imannya.
  5. Jika calon baptisan berasal dari agama lain dan secara hukum belum dewasa, ia harus mendapat izin tertulis dari kedua orang tua atau walinya. Yang dimaksudkan dengan “belum dewasa” adalah usia di bawah delapan belas (18) tahun (UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1.1.)

Sidi (bhs. Jawa) artinya adalah matang dan dewasa secara mental. Mengaku percaya atau status sidi adalah inisiasi yang dilayankan kepada mereka yang telah menerima Baptisan Kudus Anak dan sejalan dengan perkembangan usia mental-psikologisnya telah mengambil keputusan pribadi (tidak lagi mengikut pilihan orang tua – dalam Baptisan Kudus Anak) untuk mengakui imannya bahwa Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dunia.


Syarat

  1. Telah berusia lima belas (15) tahun.
  2. Telah menerima baptisan kudus anak.
  3. Tidak berada di bawah penggembalaan khusus.
  4. Telah menyelesaikan katekisasi. Jika ada orang yang katekisasinya diselesaikan di gereja lain yang mempunyai perbedaan ajaran dengan GKI, ia perlu diperlengkapi dengan penjelasan tentang pokok-pokok ajaran yang berbeda itu dan pengenalan tentang GKI.
  5. Ditetapkan layak oleh Majelis Jemaat setelah mengikuti percakapan gerejawi yang diselenggarakan oleh Majelis Jemaat berkenaan dengan pemahaman dan penghayatan imannya.

Baptisan Kudus kondisi Darurat adalah baptisan kudus yang dilayankan kepada orang jompo atau orang dewasa yang sakit keras yang masih dapat mengaku imannya, atau kepada anak yang sakit keras atas dasar pengakuan iman orang tuanya/walinya.

  1. Majelis Jemaat melaksanakan percakapan penggembalaan dengan calon baptisan (bagi baptisan kudus dewasa) atau dengan orang tuanya/walinya (bagi baptisan kudus anak) mengenai pengakuan imannya.
  2. Baptisan kudus dalam keadaan darurat dilaksanakan dalam kebaktian di tempat calon berada, dilayankan oleh pendeta dan didampingi oleh paling sedikit satu (1) orang penatua.
  3. Majelis Jemaat mewartakan hal tersebut kepada anggota pada hari Minggu terdekat.

Majelis Jemaat memberikan Piagam Baptisan Kudus Dewasa kepada yang dibaptiskan atau Piagam Baptisan Kudus Anak kepada orang tua/walinya, dan mencatat namanya dalam Buku Induk Anggota GKI.

(kutipan Tata Gereja GKI Bab VIII, pasal 21 & 22 – Sakramen Baptis Kudus)

Formulir Pendaftaran

isilah jika anda menghendaki berkontak via e-mail
Buatlah tanda tangan pada secarik kertas putih dan fotolah. Unggah foto tanda tangan anda di sini.
Foto selfie bersama tanda tangan dan unggah di sini
Unggahlah Pas Foto Anda yang akan dicantumkan pada Piagam Baptis / Sidi di sini.